Wajah Kota

Sudut dan sisi kota punya cerita, wajah kota terekam kamera

Werkudara Roboh

Werkudara Roboh

Werkudara Roboh. Ini bukan dalam cerita pewayangan, gugurnya sang Werkudara atau nama lainnya Bima. Tokoh sakti dari Pandawa yang memiliki kuku pancanaka yang begitu sakti. Jika lawannya kena sabetan kuku tersebut akan mati seketika. Seperti saat Werkudara melawan ular besar di dalam laut. Ular itu mati dan tersobek-sobek oleh kuku pancanaka werkudara.

Werkudara Roboh

Yang ku maksud Werkudara Roboh dalam postingan ini adalah patung werkudara saat bergulat dengan ular kini sudah tidak ada lagi. Karena sudah dirobohkan dan dihancurkan sekelompok masa yang tidak menyukai adanya tokoh patung pewayangan di kota mereka. Entah apa yang menjadi dasar dan alasan mereka tidak menyukai patung-patung tersebut.

Werkudara Roboh

Dari kecil, aku sangat menyukai pewayangan. Kerena cerita atau pertunjukan dalam wayang bisa menjadi sarana hiburan, pendidikan dan dakwa. Dulu Sembilan Wali Jawa atau Walisanga pun berdakwa dengan sarana pewanyangan. Sehingga ajaran Islam bisa mudah diterima di masyarakat jaman itu.

Sumber : http://www.djangkarubumi.com


16 komentar

Sangat disayangkan ya Kang, padahal tinggal dari sudut mana kita memandang dan memahami patung tersebut.

seharusnya lebih bijaksana ya ?

Kenapa ada yah yang gak suka dengan warisan budaya?? tindakan merobohkan patung tokoh pewayangan menurut saya itu termasuk tindakan yg mencerminkan pelakunya tidak suka warisan budaya kita.

selamat malam sob,,,wah sayang sekali yaa, seharusnya yang begini harus kita lestarikan ya Sob....

bLog baru ya kak?

mungkin amukan massa kalee

dulu waktu kecil suka nonton wayang, apalagi kalau pas limbukan itu...bisa ketawa ketiwi

giliran diakui negara asing baru ribut ya ?

iya, mencoba tantangan baru, tapi isi tak jauh beda.

acara yang paling ditunggu-tunggu ya ?

waduh kok ekstrem begitu ya mas, pasti penggemar semar deh

kalau saya kurang paham dengan cerita pewayangan sob.. bukan nggak suka sih tapi memang tidak tau maksud kata kata dalangnya yang menggunakan bahasa jawa halus.. kalau pake bahasa jawa yang biasa atau yang kasar. mungkin bisa mengerti dengan ceritanya...

Bukannya mendirikan patung sangat dilarang sma Allah.S.W.T mas krn termasuk syirik?

Apakah mempercayai pewayangan termasuk sirik? karena itu memang legenda nenek moyang kita pada jaman dahulu ya harus kita lestarikan, sebelum semua agama masuk di tanah jawa ini apakah orang dulu juga termasuk sirik? berarti sama saja kita keturunan orang-orang sirik? jadi hanyalah kurangnya pengertian kita, agama memang wajib bagi kita tapi kita jg harus percaya kepercayaan di tempat kita berpijak ini di tanah jawa, mendirikan patung bukan berarti sirik khan, kita saja yang berpikiran seperti itu...

Wah hebat sekali ya Werkudara. Pantas saja dibuat patung sebesar itu, sebagai wijud penghargaan atas kekuatan dan jasanya pada negeri ini. Thanks informasinya pak :)

Budayane wong india iku dul

Maturnuhun, sampun kersa mampir !

 
Copyright © 2013- | Wajah Kota | Powered by Blogger
Back To Top